Dengan meremas selimut di dada Diva mencoba untuk melihat wajah Fikri.
Tatapan mata Fikri begitu tajam mengarah padanya.
Sesaat kemudian Fikri mendekati Diva, rahangnya mengeras sempurna.
Dengan buku-buku jarinya yang terlihat, saat terkepal erat.
"Apa yang kau lakukan di kamar ini?" Tanya Fikri berusaha untuk tetap menahan amarahnya.
Glek!
Diva meneguk saliva mendengar pertanyaan itu, seketika air matanya menetes sambil menggeleng.
Dirinya juga tidak tahu mengapa bisa ada di kamar tersebut.
Te