"Cukup!!"
"Keluar!!!"
"Iya."
Dengan terpaksa Adam keluar namun, tiba-tiba Kinanti memanggilnya kembali.
"Mas!"
"Apa lagi?"
Tangan Adam sudah memegang kenop pintu tetapi lehernya memutar kembali mengarah pada Kinanti.
"Kita ngambil mangga dulu ya," pinta Kinanti penuh harap.
Tiba-tiba saja Kinanti ingin mangga muda yang tumbuh di taman belakang tetapi, harus Adam yang memanjatnya sendiri.
"Mas," rengek Kina