Tidak lama berselang beberapa keluarga lainnya ikut muncul, pintu yang sudah di buka tidak membutuhkan ijin dari si pemilik.
"Kinan?" Zahra tampak terkejut melihat kedatangan sahabatnya tersebut.
Sahabat yang kini menjadi bagian dari saudara, karena suami mereka yang masih memiliki ikatan persaudaraan.
"Kok, terkejut? Aku ganggu ya?" Seloroh Kinanti tersenyum menggoda Zahra.
Zahra pun segera berpindah dari tempatnya, sedangkan Ajeng juga duduk di sofa lainnya mengurungkan niatnya untuk menghaja