"Tu-tuan, sa-saya. Mau bicara!!"
Adam tidak perduli ia terus melajukan mobilnya membelah jalan raya.
"Mau makan sesuatu?" Tanya Adam sekilas melirik dengan wajah datarnya.
Kinanti tidak bisa berbicara saat ini, bagaimana bisa mengatakan minta talak sedangkan Adam memperlakukan nya seperti ini.
Kenapa Adam bisa berubah seketika.
Entah di mana Adam yang cuek dan yang biasanya Arogan seakan tidak menganggapnya istri sama sekali.
"Kinanti!"
Ada