Ting.
Ponsel Kinanti bergetar, dengan perlahan tangannya bergerak mengarah pada saku celana.
Kinanti menatap Ilham kembali.
"Kenapa?" Tanya Ilham melihat raut wajah bingung Kinanti.
"Mas, aku pulang dulu ya, dia menghubungi aku dan mungkin aku juga bisa meminta bercerai darinya nanti," kata Kinanti.
Ilham merasa tersentuh dengan kata-kata Kinanti, senyuman bahagia Ilham tidak bisa di tutupi di iringi menganggukkan lembut.
"Kamu hati-hati."