Semakin hari Adam semakin tidak karuan, bukan karena, perceraian dengan Renata. Melainkan karena, wajah Kinanti terus saja menghantuinya.
Tak mengerti mengapa bisa begitu menderita, sejak berpisah dari Kinanti.
Tak pernah terpikirkan bahwa kehilangan Kinanti adalah suatu penderitaan yang berujung menjadi racun dalam hidupnya.
Hari-hari Adam penuh dengan kerinduan yang begitu dalam, sayangnya Kinanti sepertinya membuat dinding pembatas diantara mereka.
Mungkin itu karena, kesalahan Adam sendiri.