Adam hanya diam menatap Zidan, ingin mengambil Fikri pun yang ada hanya membuat dirinya malu.
Sebab, Fikri masih belum terbiasa dengan dirinya, baiklah. Mulai hari ini Adam akan merebut kembali anaknya, bukankah lebih berhak dari pada Zidan ataupun yang lainnya.
Tetapi, mengapa malah kini dirinya begitu asing bagi anaknya sendiri.
Karma memang di bayar nyata, Adam hanya bisa berdoa semoga tidak selamanya Fikri menganggap dirinya orang asing.
"Kinan, boleh Mas bicara?" Tanya Adam menatap wajah K