Bab 90. Namanya Prehistoric
Bab 90. Namanya, Prehistoric
Seketika mataku membulat penuh, dan senyumku mengembang sempurna.
"Ya Allah!"
Wisnu dengan masih menenteng tas rangsel, baru saja memasuki halaman samping galeri. Di tempat parkir masih terlihat mobil travel yang mengantarnya.
Anakku ini sudah terlihat dewasa. Wajahnya seperti duplikasi Mas Bram, mantan suamiku. Hanya kulit terangnya yang mewarisi dariku.
Ku rentangkan kedua tanganku menyambutnya. Dia berlari ke arahku dan memelukku.
"Kak Wisnu, kenapa tidak meng