Bab 78. Cemburu?
"Tenang, aku bersamamu. Ini saatnya, kita menghadapi kenyataan," ucapnya sambil tersenyum mencoba memberi kekuatan kepadaku.
Aku mengikuti langkah panjang Mas Suma, dia menggenggam erat tangan ini untuk menambah keberanian di hati. Entah kenapa, jalan berbatu yang aku lalui seakan berubah menjadi jalan yang terjal.
Di ujung sana, lelaki itu tidak menyadari sedari tadi mata kami tertuju kepadanya. Dia masih sibuk menenangkan gadis kecil yang merengek manja di gendongannya.
Ya, Mas Bram dengan a