Bab 577. Terminal Keberangkatan
Pertanyaan yang meletakkan aku di persimpangan. Sempat terbersit, darimana Papi Kusuma tahu tentang kedatangan Papa Bram. Aku lupa kalau Papi orang yang mempunyai koneksi luas. Minuman aku teguk, kemudian menyangga dagu sambil mencari kata yang tepat.
“Itulah yang menjadi pikiran Wisnu, Pi. Sungguh, Wisnu sangat bulat tekadnya untuk mensegerakan proyek itu. Tapi__”
“Tapinya Papa kamu?” sahut Papi Kusuma dan aku jawab dengan anggukan.
“Seberapa parah keadaan Pak Bram? Mungkin Papi bisa meringa