Bab 572. Saling Sabar
Senyum yang awalnya tersungging, lama-lama mulai pudar digantikan dahi yang semakin berkerut. Kenapa apa-apa aku yang disalahkan? Seakan aku nenek sihir jahat yang serakah pada harta. Bukankah lebih baik dia bertanya dengan baik-baik?
[Kamu berharap Amelia hamil?]
[Pintar!]
Hati mulai panas dan jari-jari mulai bergetar terpantik amarah. Rencana balasan yang berjubal di kepala, aku urungkan. Untuk apa menanggapi orang yang merusak hari? Hanya akan menjadikan liburanku tidak sempurna. Dia hanya