Bab 568. Lanjut?
Papi Suma seakan tahu apa yang bergejolak di hati ini. Perkiraanku, dia akan marah bahkan menghujat karena ketidaktegasanku yang terkesan tidak mengupayakan cita-cita. Aku sudah siap menerima itu. Karena selain sebagai pengganti posisi sebagai ayah, dia juga menjadi sponsor yang membiayai proyek yang aku cita-citakan. Namun yang aku dapati, dia justru tersenyum dan mengusap punggung ini.
“Yang dirasakan Pak Bram itu wajar. Orang tua mana yang tidak ingin bersama dengan anak yang dicintainya. Ka