Bab 560. Temani Bicara
“Ma ….” Suara Wisnu di depan pintu kamar. Aku yang sedang merapikan kerudung, menoleh ke arahnya. Wajah anakku terlihat tidak semangat. Bibirnya mencembik dengan sorot mata tidak bersemangat.
“Kenapa, Kak Wisnu. Sini masuk,” ucapku sambil menggerakkan dagu ke arah kursi di sebelahku.
Ini sudah hari kedua Amelia dan Rima pulang dari rumah sakit. Ada perubahan jadwal liburan, yang awalnya akan berkeliling di pulau ini dengan rombongan undangan, akhirnya kami melepaskan diri dari kegiatan itu.