Bab 56. Menyesal dengan Pernikahan ini
"Mama ...!"
Suara Amelia memecah kesunyian rumah ini. Suara yang aku rindukan. Rumah langsung berasa hidup.
Aku yang di lantai atas, segera keluar kamar. Suara langkah kaki berlari menaiki tangga seakan tidak sabar. Aku sangat merindukannya, rindu senyumnya, ketawanya, rengekannya, bahkan teriakkannya.
Amelia, kamu sekarang adalah putriku.
"Ameeel ... !" teriakku juga.
Kami berlari saling menghampiri, seperti adegan di film India saja. Kami saling perpelukan dan aku hujani ciuman di pipinya