Bab 545. Adu
Tangan yang memegang ponsel, aku jauhkan dari jangkauan Kevin. Kemudian aku menggeleng dengan menatapnya serius, aku menolak permintaannya.
“Aku bisa menanganginya,” ucapku sambil mengacungkan telunjuk. Di bawah pohon agak sedikit menjauh yang menjadi pilihanku. Mata ini melirik ke arah Kevin. Kerutan di dahinya semakin dalam, dan tatapan mata tidak lepas dariku.
“Hai, Rangga. Apa kabar!” seruku setelah sambungan telpon terhubung. Aku menghela napas, tidak mau membahas masalah pesan yang dia ki