Bab 530. Begituan?
Pelayan yang datang, mengurungkan niatku untuk turun ke panggung. Perut yang melilit mengingatkan aku akan rasa lapar.
“Pesan apa saja. Terserah kamu, Papi lapar sampai tidak bisa berpikir,” ucapku sambil menyerahkan buku menu kepadanya. Sengaja aku melakukan ini. Supaya suasana mulai cair.
“Papi mau makan Indonesian Food, Italian, atau Europe?” tanya Wisnu setelah membuka-buka buku menu. Dia terlihat kebingunan dengan pilihan beragam.
“Makanan Indonesia sajalah. Lidah Papi masih kampungan,” sa