Bab 521. Ngambek
“Kevin! Selalu begitu. Apa-apa telat.” Amelia melipat tangannya di depan dada, bibirnya cemberut dengan melepar tatapan kesal kepada pemuda itu.
“Selamat datang, Tante Rani, Om Kusuma,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke kami. Dia berbincang menanyakan kabar kepada Mas Suma. Aku tersenyum setelah mendapati Amelia yang semakin cemberut.
Sambil menyenggol lengannya, aku berbisik. “Tadi ditunggu. Sekarang datang, malah dicemberutin.”
“Kesal, Ma.”
“Sudah. Ini kan liburan. Jangan merugi den