Bab 515. Deal
“Kevin! Tidak lucu, tahu!” teriakku kesal.
“Habisnya kamu ini sudah mikir yang aneh-aneh,” serunya sambil tertawa terbahak-bahak, memperlihatkan matanya yang menyipit menggemaskan.
Bukan salahku kalau aku berpikir keliru. Pemandangan yang tampak di layar memperlihatkan ada shower di belakangnya, tergantung di dinding bebatuan berwarna hitam. Itu kan seperti di kamar mandi.
“Aku tadi baru datang. Dan langsung berenang mengusir penat. Ini aku sudah selesai dan membilas badan. Eh, kamu nelpon.”
“T