Bab 507. Kamu Cantik
“Kita sekarang latihan, ya,” ucap Rima yang berjalan dari dapur.
Entah apa yang dia lakukan. Aku sedang sibuk menyiapkan diri untuk berangkat. Ada orang dari pusat memeriksa progres proyek yang kami lakukan. Om Tiok menambah waktu cuti. Terpaksa aku sendiri yang menghandel mereka.
“Taraa …!” teriaknya dengan merentangkan kedua tangannya.
Sudah siap makanan pagi di meja kecil, seberang dapur. Dua gelas minuman berwarna orang, dan dua piring berisi roti bakar. Kekasihku ini, menarik lenganku dan