Bab 500. Biar Saya yang Urus
“Apa yang harus aku lakukan, Pi?”
Aku tidak bisa berbohong kepada Papi Kusuma. Dia menelponku dan menangkap nada suara ini yang mungkin terdengar tidak beres. Yang aku ucapkan, mengantarkan ayah tiriku itu, ada di depanku sekarang. Kami janjian di lobi hotel.
“Pak Bram sekarang sudah istirahat, kan?”
“Sudah, Pi. Sebentar, obat yang dikomsumsi Papa ini.” Aku mengeluarkan obat dispresi dan menunjukkannya. Papi Suma menerima dan mengamatinya.
“Obat ini sebenarnya tidak berbahaya, Wis. Kami sering