Bab 488. Abaikan
Aku belum mampu memberikan apapun kepada Mama, apalagi kebahagiaan. Minimal aku tidak menambah rasa tidak berguna dengan memberikan rasa sakit kepada Mama.
“Siapa yang berani menyakiti hati Mama, Wis?”
Mama tersenyum dan melangkah dengan santai sambil membawa nampan. Kebiasaannya, kami tidak dibiarkan merasakan lapar. Selalu saja ada makanan yang disodorkan. Dan semuanya, tidak membuat bosan.
Papi berdiri, memberikan tempat di sebelahnya untuk Mama. Sedangkan aku berdiri berpindah tempat sambil