Bab 476. Diam Seribu Bahasa
“Amelia! Buka pintunya, Sayang. Papi minta maaf.”
Aku mengetuk pintu berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Maharani yang menyusul, menepuk punggung ini. Tersenyum dan mengangguk, seakan mengerti keadaan apa yang terjadi.
“Mas Suma. Kasih waktu Amelia. Saat ini hatinya masih belum stabil.”
“Tapi, Ran. Aku berbuat salah kepadanya.”
“Iya. Aku mengerti, Mas. Justru itu, tenangkan Mas Suma dulu dan kasih waktu Amelia untuk menenangkan diri. Nanti kalau sudah mereda kita bicara lagi,” u