Bab 462. Tidak Terima
Selalu begini. Setiap ada yang tidak diterima di otakku, dengan sendirinya pikiran ini bergulir. Semakin tidak menemukan jawabannya, semakin liar asumsi yang dilahirkan.
Aku melirik jam dinding kembali. Sudah lebih dari empat jam Wisnu pergi, tetapi tidak kunjung kembali. Amelia saja terpaksa pergi lagi, karena sudah tiba jadwal kuliah
"Kok belum pulang, ya? Amel kan mau kuliah. Kak Wisnu beli alat tulisnya ke Mars, Ma? ," ucapnya sambil tertawa
Dia sudah makan minum, bahkan membahas surat ci