Bab 46. Maukah Kamu?
"Woi ... ! Indahnya"
Amelia lari mendahului kami. Ternyata Tuan Kusuma, tadi siang pergi untuk mempersiapkan makan malam kami ini. Dia sudah mulai bersikap romantis. Usaha yang luar biasa untuk seorang Kusuma yang benci dengan urusan picisan seperti ini.
Di taman dengan padang rumput dan tumbuhan yang rimbun. Kami disambut indahnya lilin-lilin dipasang dibeberapa sudut. Suasana romantis mulai menyeruak dan diperkental dengan rangkaian bunga dan lilin yang menjadi arah jalan kami.
Amelia berjala