Bab 440. Yang Besar Itu Menantang
Aku mengikuti Papi yang terlihat bersemangat. Mama bertanya, katanya ini urusan laki-laki.
"Bilang saja kangen," sahut Mama sambil tertawa dan membiarkan kami pergi.
"Ada apa, Pi? Ada yang ketinggalan?" tanyaku saat langkahnya berhenti.
Dia membalikkan badan dan menghampiri aku yang tiga langkah di belakangnya.
"Kalau jalan dengan Papi jangan di belakang. Sini!" ucapnya sambil merangkul pundak ini. Kami berjalan beriringan seperti bapak dan anak.
Ya, itu yang aku rasakan. Papi Kusuma walaupun ay