Bab 428. Keadaan Yang Sebenarnya
Bertemu client dari berbagai negara aku bisa. Bernegosiasi dengan siapapun yang memiliki karakter yang berbeda pun aku mampu. Namun, untuk yang satu ini aku menyerah.
Menghadapi wanita.
Gerakan tangan ini yang akan membuka amplop yang dia berikan terhenti. Aku memilih diam setelah menyodorkan tisu.
Bagaimana bisa belum ada yang dipersoalkan, tetapi sudah bereaksi? Ini kan membuatku bertambah bingung.
"Kenapa kamu belum baca isi amplop itu?" Dewi bertanya sambil menyeka air matanya.
"Bagaima