Bab 415. Keinginan Amelia
Semakin dewasa seorang anak, mata mulai kabur melihat isi kepala mereka. Kemampuan berpikir dan menentukan pilihan sudah menjadi hak miliknya. Tertinggal orang tua untuk berkata ‘iya’, walaupun di hati terdapat ganjalan.
Sampai kami bersiap di meja makan, hatiku masih memikirkan apa yang diucapkan Amelia. Apa yang dia inginkan? Sampai-sampai mengatakannya saja mencari waktu yang tepat.
“Mamma Akak Amel hapiday?” Denish dengan mata bulatnya yang mengerjap bertanya setelah didudukkan di kursi