Bab 402. Enter
Kami sudah bersiap. Sambil menunggu Amelia, aku bercanda dengan Denish. Kalau melihat dia, aku berasa menjadi anak kecil lagi.
“Akak Inu. Eis mau bikin obot yang bisa tebang!” seru adikku yang gembul ini sambil menuang lego dari keranjang.
“Memang Denish bisa?”
“Bisa, dong. Kan Eis sudah sekolah.”
“Kelas berapa?”
“Kelas segini,” ucapnya sambil menunjukkan kelima jarinya.
“Kelas lima?”
“Hu-um,” sahutnya sambil mengangguk. Gerakan yakinnya, membuat pipi yang gembul kemerahan bergerak-gerak. Tanga