Bab 395. Menuju Pengumuman
Masih dengan rambut lembab karena belum kering sepenuhnya, aku menyiapkan makanan. Termasuk untuk Denish dan Anind.
Aku juga menyiapkan kue coklat untuk teman tunggu nantinya. Saat menunggu pengumuman Amelia, yang membutuhkan hati relax. Tidak cemas. Coklat, camilan yang cocok.
“Gerah ya, Bu Rani. Bibik saja tidak kuat, ingin mandi lagi,” celetuk Bik Inah yang menyerahkan pepes yang sudah dibakar di dapur belakang.
Aku tersenyum sambil berpikir. Ungkapannya ini memang benar adanya, atau ada asu