Bab 39. Gamang
Merasa dihempaskan semakin menguasai hati ini. Seakan tahu apa yang aku rasakan, secepatnya Tuan Kusuma mengambil kursi kecil untuk duduk di dekatku. Kedua tanganku yang sudah mengepal erat, mencoba menghindar darinya.
"Mas Suma, saya merasa tidak pantas untuk bersamamu. Bolehkan saya, saya ...," kataku terputus dengan isakanku.
Aku merasa tidak mampu menyelesaikan kata-kataku. Air mataku luruh dengan sendirinya. Keinginanku bisa membuat aku berpisah dengannya. Aku ingin memulai lagi membang