Bab 360B. Terikat Masa Lalu
Aku memilih singgah di restoran langganan. Dia mempunyai ruang privat yang memberikan fasilitas pelanggannya untuk berbicara secara leluasa. Untungnya, masih ada ruang yang belum terpakai.
Dengan kepala penuh tanda tanya, kami berdua duduk berhadapan setelah memesan paket menu makanan. Aku menatap anak gadisku yang wajahnya menyiratkan kekesalan sekaligus sedih. Entah, apa yang akan dibicarakan. Ada rasa ketakutan dan kawatir di hati ini. Pikiran jelek berseliweran dengan berbagai prasangka.
“A