Bab 346. Istirahat
Sesampai rumah tidak ada yang menyambut. Hanya para penjaga rumah saja yang bersiap di depan. Bik Inah pun sudah tidak terlihat. Ruangan tengahpun tertinggal lampu sorot saja. Sepi.
‘Pantas saja sudah jam segini,’ batinku setelah melihat jarum jam di dinding yang menunjuk angka dua belas lebih.
Dengan berjingkat, aku membuka pintu tempat Denish dan Anind tidur. Mereka begitu tertelap. Wajah mereka menunjukkan kedamaian.
Mereka masih kecil dan aku masih mempunyai kesempatan bersamanya. Aku terse