Bab 315. Dilarang
“Kak Wisnu boleh! Kenapa aku dilarang!” teriak Amelia kemudian berlari meninggalkan kami. Menyusul berdebum bunyi pintu yang ditutup keras.
Segala alasan yang diutarakan Amelia tidak ada yang mampu membuka pikiran Mas Suma. Keputusannya tetap. Dia tidak diperbolehkan sekolah di kota itu.
Perbincangan tadi antara mereka berdua. Aku yang sebenarnya ingin menengahi, tidak mendapat kesempatan dan akhirnya menjadi penonton.
“Tidak ada pilihan yang lebih bagus, apa? Kenapa bukan jurusan yang mendukun