Bab 290. Kabar
Tatapanku tidak terlepas dari Pak Tiok. Ekspresinya yang berubah-ubah membuatku mengerutkan dahi. Setiap aku menunjukkan pertanyaan, dia hanya mengangkat tangan menandakan aku disuruh diam. Maksudnya apa?
Sekarang, justru dia keluar dari ruangan. Masih dengan ponsel di tangan, dia jalan mondar-mandir sambil berbincang. Aku yang berusaha mencuri dengar, tidak menangkap apapun. Akhirnya menyerah, memilih duduk seraya memeriksa pesan yang masuk dari Desi sekretaris.
Laporan dari perusahaan menanda