Pemaklumanku selama ini ternyata sia-sia. Rasa sayang yang tersisa, ternyata diabaikan. Dan, justru yang dilakukan sekarang bentuk penghianatan dan penghinaan. Aku mendengus dan mengepalkan tangan penuh amarah, gigi ini pun menggeletuk bersama rasa geram yang semakin membuncah.
Kerlingan mata dan senyuman yang ditampilkan wajah indah itu, terasa menjijikkan. Seperti berhadapan dengan setan betina yang akan menunjukkan kekejaman, aku bersiap saat dia melangkahkan kakinya.
Tak…tak…tak….
“Catheri