Bab 285. Penghinaan
Kenapa suara langkah kaki itu lebih terasa mengerikan dibandingkan sikap kasar para penjaga? Terlebih setelah bunyi pintu ditutup, dan suara hening melingkupi ruangan ini.
Tak…tak…tak….
Suara itu mendekat dan tanpa aku harus bisa melihat, kupastikan dia berdiri tepat di depanku. Parfum yang sama, aroma citrus bercampur dengan mawar. Tubuh ini begidik seketika, saat belaian mengusap pipi dan leher ini. Kemudian menyelusup di sela-sela rambut dengan menggerak-gerakkan ibu jari.
Tangan ini terkepa