Bab 280. Nekad
Mataku tidak lepas dari jendela besar yang dibalut tirai transparan. Pemandangan di luar tidak kentara, seperti kabar tentang suamiku yang buram.
Tubuh yang meringkuk ini memang di sini, tetapi pikiran melayang mencari Mas Suma berada. Genggaman tanganku pun mengerat pada selimut tebal, mencoba mengurai sesak di dalam dada, tetapi gagal. Justru air mata yang meluncur tak tertahankan.
Hari ini kegagalanku sebagai istri. Seseorang yang seharuskan memanjatkan doa untuk suami di saat dia pergi, ju