POV Maharani
Pagi yang mengesalkan.
Semalaman aku menunggu Mas Suma menelpon kembali, atau setidaknya mengirim pesan untuk minta maaf. Ternyata aku hanya bersandar di harapan kosong.
Harusnya dia peka sebagai suami. Memang aku yang memutus sambungan telpon dengan alasan tidak mau diganggu, tetapi kenapa dia tidak berusaha untuk membujukku. Minimal pura-pura berusaha supaya aku luluh.
Kenapa dia tidak berupaya untuk menjelaskan kalau aku hanya salah paham? Kekesalanku ini juga karena dia membiar