Bab 266. Menautkan Rindu
Kami saling berpandangan di satu garis lurus, menghujam dan menghangatkan hati. Gelenyar indah menggeleparkan diri dan melantunkan senyuman saat dia mulai mengikis jarak. Memberikan jawaban betapa kerinduan ini sudah membuncah.
Mungkin kalau tidak di ruangan ini, kami sudah saling memuaskan.
“Kamu kangen saya?” bisiknya setelah memberi jeda, dan mengapit kedua tangan ini.
“Sangat,” jawabku sambil memberikan tatapan memuja. Tidak bertemu dalam sepekan, hati ini seakan kembali dilanda cinta. Keri