Bab 264. Kangen
Mata ini mengerjap, berusaha mengumpulkan kesadaranku. Bukan Mas Suma yang aku dapati, justru wajah Amelia yang menunjukkan kecemasan.
“Mama bikin Amelia takut. Dari tadi dibangunin tidak bangun-bangun.”
“Oya?”
“Iya. Amel sudah tiga kali mondar-mandir ke kamar Mama. Biasanya di ketuk pintu saja sudah bangun, ini sampai Amel goyang-goyang masih tidur saja. Mama sakit?” Mata Amelia menatapku dengan memicing, seakan memastikan kecurigaannya.
Belum sempat aku jawab, tangannya terulur meraba dahi