“Om Tiok! Sini. Ayok makan!” teriak Amelia sambil melambaikan tangan kepada lelaki jangkung itu.
Senyuman mengembang dan menyisakan mata tertinggal segaris. Dia melangkah menuju meja dapur dan meletakkan nampan yang dia bawa.
“Mau?” tanyaku sambil menunjuk piringku.
“Ada?”
“Masih, Om. Amelia ambilkan, ya?” seru anak gadisku sambil beranjak dari tempat duduk.
Sebenarnya ini aku hindari. Memasukkan laki-laki ke areal rumah saat suami tidak di tempat. Aku merasa ini tidak tepat, walaupun tidak ada