Bab 254. Darah
Seperti orang linglung, aku terdiam tidak tahu harus berbuat apa. Pikiranku kosong, bahkan apa yang dikatakan Bik Inah dari seberang saja, tidak aku tangkap dengan jelas. Yang ada di pikiranku, Tias susternya Danish kecelakaan. Bukankah dia bersama Amelia? Terus, bagaimana dengan anakku itu?
“Ada apa, Ran?!” Suara keras Pak Tiok mengagetkan aku, menyadarkan dari pikiran jelek yang bergulir di kepala ini.
“Amelia. Amelia dan suster kecelakaan,” sahutku. Aku menatapnya dengan tatapan kecemasan,