Bab 250. Barang Bekas
Ada aura kecemburuan yang menguar dari sikap dan ucapannya. Aku tidak boleh terikut dengan apa yang ditunjukkan.
Kutunjukan senyuman, kemudian menutup bacaan yang belum terselesaikan. Sejujurnya aku malas berjumpa apalagi bicara dengannya, apalagi dengan keadaan seperti sekarang.
“Kamu bicara apa?” tanyaku berusaha bersikap tenang.
“Saya pikir, ucapanku begitu jelas untuk wanita yang pintar sepertimu. Aku tahu, cinta pertama memang sulit untuk dilupakan.” Kali ini dia berkata sambil tertawa sin