Bab 246. Teman
“Maaf, Ran. Aku sudah berusaha menjelaskan. Tapi…”
Aku menghela napas sambil menarik kedua sudut bibir ini dengan kaku. Merasa kecewa, tapi siapa yang patut untuk disalahkan? Sangkaan yang tidak tepat dari mereka memang tidak bisa disalahkan, begitu juga laki-laki di sebelahku ini. Aku lihat sendiri dia berusaha menjelaskan, tetapi tidak ada kesempatan.
“Semoga kita tidak bertemu mereka lagi,” ucapku, walaupun itu mustahil. Apalagi saat nanti acara ramah tamah.
“Walaupun bertemu, biar aku yang