Bab 234. Senjata Makan Tuan
“Papi!” Wisnu mengurai tanganku yang merengkuhnya. Kemudian dia menegakkan badan bersamaan dengan Mas Suma yang sudah menghampiri kami.
“Aku cari dimana-mana ternyata malah ngobrol di sini,” ucap Mas Suma sambil menarik kursi dan duduk di antar kami berdua.
Sesaat kecanggungan terjadi. Aku merasa tertangkap basah saat berbicara dengan anakku yang menghindari kehadiran suamiku ini.Walaupun, kami kan tidak melakukan hal buruk apalagi kesalahan. Kami hanya membutuhkan ruang berdua.
“Mama tanya ten