Seperti kencan pertama, Amelia mondar-mandir ke sana-sini. Beberapa kali ke depan, dan sesekali memastikan persiapan semuanya sempurna.
“Aduh!”
“Kenapa, Sayang?”
“Sakit perut, Ma. Amel ke kamar mandi dulu, ya?” serunya langsung melesat meninggalkan aku. Bersamaan teriakan dari Wisnu yang menyatakan mobil yang sudah ditunggu sudag datang.
Hmm….Karena kegelisahannya, Amelia sakit perut. Giliran yang ditunggu datang, dia tidak bisa menyambut.
Akhirnya, aku dan Wisnu yang menyambut keluarga Dewi.
“