Bab 215. Berujung Kasih Sayang
“Mama kenapa?”
Suara Wisnu menyentakkan aku dari pemikiran yang mulai bergulir liar, dan semuanya buruk. Mengingat bagaimana ucapan Dewi saat menelponku. Bukan tidak mungkin, dia juga berkata demikian saat berucap dengan Amelia.
“Yang menelpon Mami Dewi. Ibunya Amelia?”
Wisnu memberikan tatapan heran. Tatapannya menyelidik seakan mencari tahu apa yang terjadi.
“Memang ada apa, Ma. Lagi ada masalah?”
Aku mendudukkan diri di sebelah Wisnu, kemudian menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan.