Bab 210. Hati ke Hati
“Hai, Sayang. Capek?” Aku merangkul Amelia yang baru datang. Dia terlihat berwajah kusut, mungkin karena kegiatan di sekolahnya.
“Amelia pusing, Ma. Teman-teman itu, lo. Dikasih tugas tapi tidak dikerjakan. Kan Amelia gemes dan jengkel, ya.”
Dia mengambil air minum dingin yang aku sodorkan. Kemudian mengikuti langkahku ke lantai atas. Sepanjang langkah menapaki tangga, dia berkeluh kesah tentang kerja panitia perpisahan. Kebetulan dia menjadi ketua seksi acara, jadi bertanggung jawab dan membaw