Bab 208. Sindiran
Permintaan Amelia masih membuatku pusing, sekarang ditambah oleh Dewi-mantan Mas Suma sekaligus ibu kandung Amelia. Sebenarnya jengah juga berada di tengah-tengah masalah mereka. Resikonya, aku mendapat celaan dari suami, bahkan mertua. Padahal, ini kan masalah mereka.
Huuft!
Setelah tarik napas dan mengeluarkan secara perlahan, aku mengangkat panggilan telpon ini. Suara Dewi yang terdengar senang langsung menyambutku.
”Selamat siang, Maharani. Maaf aku mengganggu kamu. Pasti kamu sedang sibuk