Bab 206. Mama Tidak Marah, kan?
“Kak Amel kenapa dari pagi diam saja? Ada masalah?’ tanyaku yang mendapati anak tiriku ini terdiam sambil melihat jendela mobil.
Sikap tak biasa sedari tadi pagi berbuntut sampai sekarang. Dia biasanya kalau berdua denganku tidak henti bercerita, sekarang tidak ada terucap sepatah katapun. Wajahnya pun tidak menunjukkan keceriaan, justru terlihat tidak semangat dan seakan menyimpan beban.
Kami dalam perjalanan ke sekolah Amelia, kemudian baru ke gallery. Aku ubah jalur, supaya ada waktu lebih l